Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Oktober 2018•Update: 24 Oktober 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Senin mengutuk pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.
Berbicara di Dewan Rakyat dalam pertemuan Dewan Eropa terbaru, May mendesak parlemen untuk bergabung dengannya dalam pengutukan itu.
"Saya yakin seluruh Dewan akan bergabung dengan saya dalam mengutuk pembunuhan Jamal Khashoggi dengan cara yang paling kuat," katanya.
"Kita harus mendapatkan kebenaran dari apa yang terjadi," kata dia, menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt akan membuat pernyataan pada Senin malam.
Khashoggi hilang pada 2 Oktober setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.
Setelah beberapa hari menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pekan lalu mengklaim Khashoggi meninggal dalam perkelahian di dalam konsulat.
Pada hari hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat dia masih berada di dalam, menurut sumber-sumber kepolisian Turki.
Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.
Tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus ini pada Kamis setelah menggeledah kediaman konsul jenderal serta Konsulat Saudi di Istanbul.
Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan dia senang karena perdana menteri telah mengutuk "pembunuhan mengerikan" Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul.
Corbyn juga mempertanyakan penjualan senjata Inggris ke Arab Saudi.
"Pengutukan itu tidak cukup," sebut dia.
“Yang penting sekarang adalah tindakan apa yang siap diambil oleh pemerintah. Apakah sekarang mereka akan menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi?" tanya Corbyn.
Pemimpin Partai Nasional Skotlandia di Westminster Ian Blackford juga mendesak May untuk mengambil tindakan terhadap Arab Saudi.
"Hentikan penjualan senjata ke Arab Saudi sekarang," tukas dia.