Rıskı Ramadhan
20 Februari 2018•Update: 20 Februari 2018
Gülşen Topçu
RAMALLAH
Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah pada Selasa bertemu dengan Menteri Keuangan Israel Moshe Kahlon dan koordinator operasi Israel di wilayah Palestina Yoav Mordechai di Ramallah.
Menurut pernyataan tertulis dari Kantor Perdana Menteri, pertemuan pertama sejak Presiden AS Donald Trump menyatakan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tersebut membahas keputusan pemerintah Israel untuk membangun ribuan pemukiman Yahudi di Yerusalem dan Tepi Barat.
Selain itu, mereka juga membahas rancangan undang-undang mengenai pemotongan dana yang dimasukkan ke kas Palestina dari pajak yang diperoleh Israel dari pintu perbatasan.
Pada bulan lalu, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman melalui akun Facebooknya menyatakan bahwa Komite Kementerian telah menyetujui rancangan undang-undang pemotongan USD 300 juta dari dana pajak untuk Palestina.
Menurut pernyataan Lieberman, dana tersebut akan digunakan dalam proyek-proyek untuk kepentingan unit pemukiman.
Jumlah pemotongan dalam rancangan tersebut dilaporkan sebanding dengan dana yang dialokasikan pemerintah Palestina untuk tahanan dan martir.
Pemerintah Israel memberikan USD 2 miliar dari pendapatan pintu perbatasan yang mereka kendalikan atas nama Palestina untuk kas Palestina sesuai kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak.
Pemerintah Palestina mengalokasikan sejumlah dana tersebut sebagai gaji simbolis kepada keluarga para tahanan di penjara Israel dan martir.
Pemerintah Palestina pada Senin menyatakan menentang rancangan undang-undang terkait pemotongan pajak tersebut.
Palestina meminta rancangan tersebut dibatalkan karena hal itu merupakan ancaman besar bagi solusi dua negara dan perdamaian.
Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember 2017 mengumumkan bahwa dia mengakui Yerusalem sebagai "ibu kota Israel" dan telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk memindahkan Kedutaan besar AS di Tel Aviv ke Yerusalem.