Devina Halim
15 September 2021•Update: 15 September 2021
JAKARTA
Polisi Nasional Filipina (PNP) memastikan akan terus mendukung upaya perlindungan terhadap lingkungan serta para pembela lingkungan.
Kepala PNP Jenderal Polisi Guillermo Lorenzo T Eleazar mengungkapkan caranya yakni mereka akan terus menegakkan hukum yang melindungi lingkungan sekaligus orang atau kelompok pelestari lingkungan.
Guillermo menyampaikan tanggapan tersebut setelah Filipina dinyatakan sebagai negara yang paling mematikan di Asia bagi aktivis lingkungan.
Guillermo kemudian mencontohkan bagaimana polisi bertindak setelah dua penjaga hutan diserang di Masungi Georeserve, Provinsi Rizal, pada dua bulan lalu.
Menurut dia, polisi mengerahkan pasukan khusus mereka ke kawasan tersebut dan masih menunggu perintah lebih lanjut dari Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR).
“Polisi Nasional Filipina akan terus berkoordinasi dengan DENR dan AFP (Angkatan Bersenjata Filipina) untuk semua bentuk bantuan yang dapat kami berikan dalam pemberdayaan penjaga hutan dalam melindungi hutan kami,” kata Guillermo dalam keterangannya, Rabu.
Berdasarkan laporan kelompok sipil Global Witness, Senin, Filipina menduduki peringkat ketiga tertinggi di dunia terkait jumlah angka kematian pembela lahan dan lingkungan pada 2020, setelah Kolombia dan Meksiko.
Terdapat 29 aktivis yang terbunuh di Filipina dengan lebih dari setengah terkait penolakan terhadap pertambangan, penebangan, dan proyek bendungan.
Global Witness mengatakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk menindak lebih lanjut perbedaan pendapat dengan menerapkan lockdown paling ketat serta mempercepat pengesahan undang-undang Anti-Terorisme yang berlaku Juni 2020.
Global Witness mencatat terdapat 166 pembela tanah dan lingkungan yang terbunuh sejak pemilihan Presiden Duterte pada 2016 hingga akhir tahun 2020.
Kelompok itu menilai jumlah tersebut sebagai “peningkatan mengejutkan bagi sebuah negara yang sudah menjadi tempat berbahaya untuk membela lingkungan”.
Data Global Witness menunjukkan total 227 pembela lahan dan lingkungan yang terbunuh pada tahun 2020 atau rata-rata lebih dari empat kasus kematian setiap minggu.