Ahmet Gurhan Kartal
14 Juni 2018•Update: 15 Juni 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Seorang pria berusia 35 tahun telah ditangkap atas surat yang mengandung Islamofobia dan menyebarka surat yang disebutnya dengan "Hari Penghukuman Muslim". Surat tersebut disebar kepada warga Muslim di seluruh Inggris pada awal tahun ini.
Pria asal Lincoln itu ditangkap karena dicurigai mengajak pembunuhan, menyebarkan pesan berbahaya dan surat ancaman, menurut pernyataan dari Kepolisian Lincolnshire.
Penangkapan itu menyusul pencarian yang dilakukan di sebuah perumahan di Lincoln Selatan dan sebuah gedung kantor di pusat kota oleh petugas dari Counter Terrorism Policing North East.
"Pria berusia 35 tahun dari Lincoln ditangkap karena dicurigai memprovokasi pembunuhan, menyebar pesan berbahaya dan surat ancaman. Surat-surat itu menawarkan 'hadiah' yang mengerikan jika ada orang yang mau melakukan serangan terhadap Muslim, termasuk penyiksaan, membakar masjid dan menyiram air keras ke wajah orang," tulis pernyataan tersebut.
"Surat-surat surat di Inggris West Yorkshire, South Yorkshire, Leicestershire, dan London."
Surat itu, mengumumkan apa yang disebut dengan "Hari Penghukuman Muslim" jatuh pada tanggal 3 April, dan menyerukan orang untuk menyerang Muslim dalam bentuk pelecehan verbal, menghapus kerudung atau jilbab wanita, serangan fisik, atau menggunakan air keras pada mereka.
Surat tersebut dikirim ke berbagai alamat pada bulan Maret, dan juga beredar di layanan pesan WhatsApp serta platform media sosial.
Surat itu menunjukkan skala "poin" berdasarkan aksi yang dilakukan terhadap warga Muslim.
Surat kebencian itu juga mendesak tindakan teroris untuk "menjagal seorang Muslim menggunakan senjata, pisau, kendaraan atau lainnya", dan "membakar atau mengebom masjid".
Sebuah kelompok yang melacak kejahatan anti-Muslim di Inggris, Tell MAMA, telah mengatakan bahwa mereka "telah mengirim laporan dari warga Muslim di London, Midlands, dan Yorkshire yang telah melaporkan adanya surat 'Hari Penghukuman Muslim' tersebut."
"Ini telah menyebabkan cukup banyak ketakutan di dalam masyarakat," kata Iman Atta, Direktur Tell MAMA.
"Mereka bertanya apakah mereka aman, jika anak-anak mereka aman bermain di luar. Kami telah mengatakan kepada mereka untuk tetap tenang, dan menelepon polisi jika mereka menerima salah satu dari surat-surat ini."
Polisi kontra-terorisme Inggris telah menggelar penyelidikan atas sebaran surat kebencian ini sesaat setelah laporan diterima pada bulan Maret lalu.