Rıskı Ramadhan
13 Juni 2018•Update: 14 Juni 2018
BERLIN
Tersangka utama upaya kudeta di Turki Adil Oksuz tinggal di sebuah apartemen kecil di Berlin di bawah perlindungan anggota Organisasi Teror Fetullah pada awal tahun ini, menurut keterangan saksi mata kepada Anadolu Agency.
Oksuz, seorang dosen teologi yang didakwa mendalangi upaya kudeta di Turki pada 15 Juli 2016, telah bersembunyi selama hampir dua tahun.
Koresponden Anadolu Agency menelusuri apartemen di tengah kota Berlin, yang diduga digunakan oleh Oksuz dan tokoh-tokoh FETO lainnya yang melarikan diri dari Turki, sejak kudeta yang digagalkan tersebut.
Ali A., seorang pengusaha Turki yang tinggal di Berlin dan diduga memiliki hubungan dengan FETO, memberikan dukungan keuangan bagi kelompok itu untuk menyewa apartemen di distrik Neukoelln di Berlin, kata saksi mata kepada Anadolu Agency.
Pejabat Turki telah berulang kali meminta kepada pemerintah Jerman untuk menangkap dan mengekstradisi Oksuz, setelah menerima puluhan petunjuk yang menunjukkan bahwa tersangka utama upaya kudeta bersembunyi di Jerman.
November lalu, semua departemen kepolisian diminta untuk memberi tahu Kantor Polisi Pidana Federal atas temuan apa pun yang dapat membantu mereka mengidentifikasi keberadaan Oksuz.
FETO memiliki jaringan besar dengan puluhan sekolah swasta, bisnis, dan organisasi media di Jerman, yang menampung lebih dari tiga juta imigran Turki.
Sekitar 4.000 tersangka FETO dari Turki dan negara-negara lain datang ke Jerman sejak upaya kudeta gagal pada Juli 2016, menurut laporan media setempat.
Beberapa tersangka FETO, termasuk mantan tentara dan diplomat, telah mengajukan permohonan suaka di berbagai negara bagian Jerman.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, melakukan upaya kudeta yang dikalahkan pada tanggal 15 Juli 2016.
Kudeta itu menyebabkan 250 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka.
Pelaku serangan teroris terhadap demokrasi Turki juga mencoba membunuh Presiden Turki, membom parlemen Turki, warga sipil serta sejumlah bangunan pemerintah.
FETO juga diduga berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, kepolisian, dan kejaksaan.