Maria Elisa Hospita
03 Februari 2018•Update: 04 Februari 2018
EKIP
YERUSALEM
Puluhan warga Palestina terluka setelah polisi Israel membubarkan aksi demonstrasi secara paksa di wilayah yang diduduki, Yerusalem Timur, pada Jumat.
"Sekitar 200 warga Palestina berkumpul di pintu masuk Al-Issawiya, Yerusalem Timur, memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel," tutur Amjad Abu Assab, kepala Komite Keluarga Tahanan Yerusalem, kepada Anadolu Agency.
Pasukan Israel membubarkan demonstrasi dengan menembakkan gas air mata, peluru karet, dan granat kejut.
Menurut Abu Assab, 20 warga yang kekurangan oksigen karena menghirup terlalu banyak gas air mata diberi pertolongan medis saat itu juga.
Pada 6 Desember, Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang kemudian memicu kecaman dan aksi protes di seluruh wilayah Palestina.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Timur Tengah, karena penduduk Palestina menginginkan Yerusalem Timur - yang diduduki Israel sejak 1967 - sebagai ibu kota negaranya di masa mendatang.