Umar Idris
14 Juni 2020•Update: 15 Juni 2020
YERUSALEM
Ibu dari seorang pemuda Palestina autis yang tewas, pada hari Sabtu menyatakan polisi Israel menutupi pembunuhan putranya.
Iyad el-Hallak, 32, ditembak mati oleh polisi Israel di Yerusalem pada 30 Mei setelah mereka "mencurigai dia memiliki senjata." Polisi kemudian menemukan bahwa pemuda Palestina itu tidak bersenjata.
"Tidak ada kemajuan dalam penyelidikan tentang pembunuhan anak saya," kata Rana el-Hallak, kepada surat kabar Yedioth Aharonoth.
"Kami tidak akan tinggal diam meski ada upaya polisi dan pemerintah untuk menutupi [pembunuhan]," katanya.
Ibu warga Palestina itu menyerukan agar polisi yang menembak putranya bertanggung jawab.
"Tempat mereka harus di penjara seumur hidup," katanya, yang kemudian mengkritik tindakan Israel untuk menekan protes menuntut keadilan dari para pembunuh el-Hallak.
* Ahmed Asmar berkontribusi pada laporan ini dari Ankara