Nani Afrida
18 November 2019•Update: 19 November 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Polisi Prancis menangkap 254 demonstran di seluruh negeri pada peringatan ulang tahun Rompi Kuning, kata menteri dalam negeri pada Minggu.
Christophe Castaner menyalahkan kekerasan dalam protes pada Sabtu di Paris, dilakukan "preman" dalam acara TV bersama yang ditayangkan di CNEWS, Les Echos, dan Europe 1.
Dia menuduh para aktivis menyerang pasukan keamanan dan menghalangi petugas pemadam kebakaran melakukan pekerjaan mereka.
Sebanyak 254 orang, termasuk 173 di Paris, ditahan dalam protes di seluruh negeri pada Sabtu, kata Castaner.
Pejabat itu mengklaim bahwa polisi tidak menggunakan kekerasan pada demonstran.
Aksi protes Rompi Kuning dimulai pada 17 November 2018 sebagai reaksi terhadap kenaikan biaya bahan bakar dan ketidakadilan ekonomi, tetapi kemudian meningkat menjadi kerusuhan anti-pemerintah yang mematikan.
Para pengunjuk rasa memutuskan untuk menggunakan rompi kuning, bagian dari peralatan keselamatan standar di mobil Prancis, untuk membuat anggota mereka lebih mudah terlihat.
Demonstrasi itu menewaskan 11 orang dan lebih dari 4.000 orang terluka, termasuk pengunjuk rasa dan polisi, menurut pemerintah Prancis.
Aktivis mengklaim bahwa 24 pengunjuk rasa kehilangan mata dan lima kehilangan tangan.
Setidaknya 8.400 orang telah ditangkap sejak awal protes Rompi Kuning, dan sekitar 2.000 orang ditahan.