Omer Aydin
13 Desember 2017•Update: 14 Desember 2017
Omer Aydin
PARIS
Bank Dunia serta Perkumpulan Walikota Dunia untuk Iklim dan Energi pada Selasa mengumumkan penyediaan dana USD 4,5 milyar bagi 150 kota dunia untuk menghadapi dampak perubahan iklim.
Pengumuman itu dibuat di acara One Planet Summit di Paris, yang diadakan untuk menandai dua tahunnya Perjanjian Paris terkait gas rumah kaca.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim turut hadir dalam pertemuan itu.
"Perang melawan perubahan iklim belum tuntas. Kita tidak memiliki rencana cadangan," kata Guterres.
"Pertemuan ini adalah babak baru dalam perjuangan kita bersama," ungkap Macron.
Mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan adalah mundurnya Amerika Serikat (AS) dari Perjanjian Paris adalah hal yang "memalukan". Keputusan itu, kata Terry, dibuat oleh Presiden Donald Trump dan bukan warga Amerika.
Perjanjian Paris ditandatangani oleh 195 negara pada April 2016 dengan tujuan menghentikan perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon dan membatasi kenaikkan cuaca global hingga 2 derajat Celsius saja.
Perkumpulan Walikota Dunia untuk Iklim dan Energi adalah organisasi yang didukung sekitar 7.500 kota-kota dari 119 negara-negara. Kelompok itu memiliki proyek-proyek lokal serta internasional.
Pertemuan kemarin mencapai kesepakatan untuk menerapkan rencana 12 poin terhadap ancaman perubahan iklim dan pemanasan global, termasuk penyediaan dana USD 3 milyar khusus untuk negara-negara kepulauan yang mengalami dampak perubahan iklim.
Sekitar USD 300 juta juta diberikan kepada negara-negara seperti Prancis dan Kanada hingga 2030 untuk memerangi efek negatif perubahan iklim.
Selain itu, beberapa negara lain bergabung dengan Gates Foundation dan Komisi Uni Eropa menghibahkan dana USD 650 juta kepada negara-negara berkembang agar bisa mengatasi perubahan iklim dan beradaptasi dengan situasi baru.
Hampir 100 pejabat-pejabat tinggi seluruh dunia menghadiri pertemuan itu.