Yusuf Ozcan
30 Januari 2019•Update: 30 Januari 2019
Yusuf Özcan
PARIS
Sebanyak 130 warga Prancis yang terduga memiliki hubungan dengan Daesh di Suriah atau mereka yang pergi ke negara itu untuk berperang di barisan kelompok teroris akan dipulangkan untuk diadili di negaranya, lapor media nasional Prancis pada Selasa.
Setelah keputusan Amerika Serikat soal penarikan diri dari Suriah, otoritas Perancis mengatakan negaranya pun takut kehilangan jejak orang-orang Prancis yang memiliki hubungan dengan Daesh.
Para warga Prancis yang terduga terlibat dan memilki hubungan dengan Daesh itu dibawa ke Prancis dengan pesawat dan ditahan hingga persidangan.
Setelah serangan teroris di Prancis pada 2015 silam, sebanyak 3.000 warga Eropa dan 700 orang dari Prancis bergabung dengan organisasi teroris Daesh di Suriah.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 17 Januari mengumumkan bahwa tahun ini Prancis akan mempertahankan pasukannya di Suriah dan Irak.
Dia menegaskan bahwa keterlibatan militer mereka akan berlanjut di wilayah Levant.
"Pengumuman penarikan sekutu Amerika seharusnya tidak memengaruhi tujuan strategis kami untuk memerangi Daesh," ujar Macron, di pangkalan udara di Toulouse, Kamis.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencananya untuk menarik sekitar 2.000 pasukan AS dari Suriah, dan mengklaim bahwa pasukannya telah mengalahkan Daesh di sana.