BAKU, Azerbaijan
Presiden Azerbaijan pada Kamis memperingatkan Armenia agar tidak membuat klaim teritorial di wilayah Karabakh, sebuah wilayah yang dibebaskan pada 2020 dari hampir tiga dekade pendudukan Armenia.
Berbicara pada upacara pembukaan Forum Baku Global kesembilan yang bertema Tantangan terhadap Tata Dunia Global -- yang diselenggarakan oleh Pusat Internasional Nizami Ganjavi di ibu kota Baku -- Aliyev mengatakan bahwa jika Yerevan terus mempertanyakan integritas wilayah Azerbaijan, Baku akan juga mempertanyakan integritas teritorial Armenia.
"Jika Armenia terus mempertanyakan integritas wilayah Azerbaijan, Azerbaijan tidak punya pilihan lain dan akan mempertanyakan integritas wilayah Armenia," tekan dia.
Melakukan hal itu akan menjadi "pendekatan yang tidak berguna dan berbahaya" bagi Armenia, kata Aliyev, seraya menegaskan bahwa "pemerintah Armenia harus memahami hal ini dan berhenti mencoba menulis ulang sejarah."
Presiden Azerbaijan juga berpendapat bahwa Baku, di sisi lain, memiliki alasan historis untuk mempertanyakan wilayah Armenia.
“Sejarah abad yang lalu dengan jelas menunjukkan bahwa pemerintah Soviet memotong Zangezur, wilayah bersejarah Azerbaijan, pada 1920 dan memberikannya kepada Armenia.
Oleh karena itu, jika Armenia mengklaim status orang-orang Armenia di Karabakh, mengapa Azerbaijan tidak mengklaim sebuah status orang Azerbaijan dari Zangezur Barat?" tanya Aliyev, menggarisbawahi bahwa orang Azerbaijan telah hidup dalam geografi yang luas.
"Masalah ini dapat menyebabkan jalan buntu. Pemerintah Armenia tidak boleh melupakan pelajaran dari Perang Karabakh kedua. Pelajari pelajaran ini dengan baik dan hindari klaim teritorial terhadap Azerbaijan," ucap dia.
Hubungan antara kedua negara bekas Soviet itu tegang sejak tahun 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.
Bentrokan baru meletus pada September 2020, dan konflik 44 hari membuat Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan lebih dari 300 pemukiman dan desa yang diduduki oleh Armenia selama hampir 30 tahun.
Perjanjian tripartit yang ditengahi oleh Rusia untuk mengakhiri perang tersebut pada November 2020.