Diyar Guldoğan
06 September 2023•Update: 26 September 2023
ANKARA
Turkiye berupaya mencari solusi berdasarkan realitas demografi wilayah Suriah, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Selasa setelah terjadinya perselisihan regional baru-baru ini, dan mendesak aktor-aktor regional yang berpengaruh untuk melakukan hal yang sama.
“Kami mengambil pendekatan yang merangkul semua perbedaan etnis dan sektarian serta semua sektor di seluruh negara di kawasan dan berdiri di sisi mereka dalam masa-masa sulit,” kata Erdogan usai pertemuan Kabinet di ibu kota Ankara.
Sambil memastikan keamanan di perbatasan Turkiye, Erdogan mengatakan Ankara juga akan terus melindungi keseimbangan di wilayah tersebut.
“Kami percaya bahwa solusi yang paling tepat, sehat, dan berkelanjutan adalah pembentukan struktur administrasi yang mempertimbangkan realitas demografis wilayah tersebut, khususnya di kota Kirkuk (di Irak),” ujar dia, menyinggung Kirkuk, kota dengan populasi besar Turkmen yang baru-baru ini mengalami kerusuhan.
“Mengenai Suriah, kami telah berulang kali memperingatkan AS agar tidak bekerja sama dengan organisasi teroris separatis, dan jika AS terus bertindak seperti ini, kepentingan AS dan kawasan akan dirugikan di masa depan,” tambah Erdogan, mengacu pada dukungan AS terhadap kelompok teroris YPG/PKK.
“Rezim (Suriah) terus mempertahankan diri untuk menjadi bagian dari masalah, bukan solusi, memperparah permasalahan di kawasan. Turkiye bertekad untuk terus berupaya mencapai solusi permanen berdasarkan integritas teritorial dan realitas demografi Suriah, termasuk etnis dan grup masyarakat,” urai Erdogan.
“Kami mengundang semua pihak, termasuk Amerika, Rusia, Iran dan rezim, yang memiliki pengaruh terhadap kelompok-kelompok di kawasan untuk melakukan upaya ke arah ini,” tutup presiden Turkiye.