Laura Gamba
13 Juni 2023•Update: 15 Juni 2023
BOGOTA, Kolombia
Presiden Iran Ebrahim Raisi pada Senin disambut oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro di istana kepresidenan Miraflores dalam kunjungan untuk memperkuat kerja sama strategis bilateral di sektor ekonomi, politik, ilmiah dan energi.
Raisi tiba di Caracas kemarin Senin untuk memulai kunjungan ke negara-negara sekutu Iran di Amerika Latin, selain Venezuela dia juga akan ke Kuba dan Nikaragua, yang semuanya berjuang melawan sanksi dari musuh bersama, Amerika Serikat.
Pada kesempatan kunjungan Raisi, Maduro mengatakan di Twitter bahwa Venezuela menemukan teman-teman di dunia, "dengan siapa kami bersatu dalam perlawanan, keberanian, dan penentuan nasib sendiri untuk tetap menjadi bangsa bebas. Kami akan selalu menyambut mereka di Tanah Air kami!"
Raisi disambut oleh Menteri Luar Negeri Yvan Gil di bandara Caracas, setelah itu dia mengunjungi Mausoleum Simon Bolivar, seorang revolusioner yang membawa kemerdekaan bagi Venezuela dan negara-negara lain di benua itu.
Presiden Iran kemudian diterima oleh Maduro dengan penghormatan militer tertinggi dan pengawalan kuda. Raisi tiba di Venezuela bersama ibu negara Jamileh-Sadat Alamolhoda.
Pada 2022 Maduro mengunjungi Iran, di mana dia menandatangani MoU selama 20 tahun untuk bekerja sama di sektor minyak, petrokimia, dan pertahanan.
Ini adalah kunjungan pertama Raisi ke negara Amerika Selatan itu, yang dilakukan di tengah tuduhan AS bahwa pemerintah Iran membantu Rusia membangun pabrik pembuatan drone, karena Moskow berupaya mengamankan pasokan senjata untuk invasi ke Ukraina.
Venezuela dan Iran telah membangun hubungan dekat sejak pemerintahan mantan Presiden Hugo Chavez dan kedua negara telah menandatangani ratusan perjanjian kerja sama perdagangan, industri, keuangan, minyak dan infrastruktur.