Erric Permana
29 Januari 2018•Update: 30 Januari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan Presiden RI Joko Widodo tetap bersikeras berkunjung ke Afghanistan pada hari ini, 29 Januari 2018, meski tiga hari yang lalu baru terjadi serangan bom yang menewaskan 103 orang dan melukai 235 lainnya.
Meski suasana di sana tidak kondusif, aku Menteri Pratikno, Presiden Jokowi berkata ingin menunjukkan solidaritas antar sesama muslim dengan berkunjung ke sana.
"Ya, Pak Presiden sudah bersikeras," ujar Pratikno di kantornya, Senin.
Menurut dia, pengamanan yang dilakukan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Pemerintah Afghanistan sangat maksimal.
"Pihak Afghanistan sendiri sudah sangat maksimal dengan mekanisme pengamanan," kata dia.
Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ini merupakan rangkaian kunjungannya yang terakhir sebelum presiden kembali ke tanah air.
Dari Bangladesh, presiden langsung menuju Afghanistan untuk memenuhi undangan kepala negara di sana dalam rangka membahas soal peace building di Afghanistan.
Sehari sebelum kunjungan Presiden RI, terjadi serangan bom bunuh diri menggunakan mobil ambulans di depan Kementerian Dalam Negeri yang terletak di Ibu Kota Kabul pada 27 Januari 2018.
Pemerintah Afghanistan menyebut ada sekitar 103 orang tewas dan 235 orang lainnya mengalami luka. Taliban mengklaim merupakan pihak yang bertanggungjawab atas serangan bom itu.