Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Juli 2019•Update: 16 Juli 2019
Talha Ozturk
BEOGRAD, Serbia
Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan sejalan dengan reformasi yang harus diterapkan Serbia dalam upaya untuk bergabung dengan Uni Eropa, blok itu juga harus mereformasi diri agar siap menerima Beograd.
Pernyataan Macron disampaikan pada konferensi pers bersama dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic selama kunjungan resminya ke Ibu Kota Serbia, Beograd, Senin.
Menurut Macron, Uni Eropa saat ini tidak berfungsi dengan baik, sehingga harus membuat keputusan cepat dan reformasi agar bisa berfungsi lebih baik.
Berbicara tentang masalah Kosovo, Macron mengumumkan bahwa dia akan mengatur pertemuan khusus dengan pemimpin Kosovo dan Serbia dan juga akan mengundang Kanselir Jerman Angela Merkel.
Dia menekankan bahwa Prancis ikut serta dalam upaya menemukan perjanjian global dan permanen untuk perselisihan antara Beograd dan Pristina.
"Jika Eropa ingin menjadi kuat, itu bisa saja terjadi, jika Eropa membantu Serbia dan Kosovo menemukan kompromi. Saya pikir itu adalah tanggung jawab kami untuk memberi Anda dukungan di sepanjang jalan mencapai kesepakatan," kata Macron.
Sang presiden juga mengatakan bahwa Prancis dan Jerman akan mendukung pembaruan dialog antara Serbia dan Kosovo untuk menemukan solusi di periode berikutnya.
"Prancis, bersama dengan Jerman, siap untuk mendukung pembaruan dialog yang ditujukan untuk menemukan solusi dalam beberapa bulan ke depan. Tidak ada solusi yang aneh atau magis, tidak di sisi Prancis, Jerman atau Amerika. Jawabannya ada di hati Anda dan kecerdasan para pembuat keputusan," tutur Macron.
Dia menambahkan bahwa perjanjian antara Serbia dan Kosovo juga akan menjadi sebuah ujian bagi Eropa.
"Saya benar-benar percaya bahwa Serbia di masa depan harus siap untuk membangun perjanjian seperti itu dan itu adalah ujian bagi Eropa sendiri, apakah mampu menyimpulkan perjanjian seperti itu," pungkas Macron.
Setelah konferensi, Macron dan Vucic menghadiri upacara penandatanganan 22 perjanjian bilateral baru.
Awalnya Macron berencana mengunjungi Serbia pada awal Desember 2018, tetapi kunjungan itu tertunda karena aksi protes rompi kuning.