Erric Permana
03 September 2017•Update: 04 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo meminta Myanmar untuk segera menghentikan krisis kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya.
Presiden telah memerintahkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berangkat ke Myanmar sore tadi untuk berkomunikasi dengan pemerintah setempat.
“Menlu telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah setempat hentikan dan cegah kekerasan agar memberikan perlindungan kepada semua warga, termasuk muslim di Myanmar,” ujar Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu.
Menurut presiden, butuh aksi nyata untuk menghentikan kekerasan yang diduga dilakukan militer Myanmar terhadap muslim Rohingya.
Pemerintah Indonesia telah mengirimkan 10 kontainer bantuan makanan dan obat-obatan pada Januari dan Februari lalu.
“Pemerintah juga telah membangun sekolah jurnalistik, dan akan segera membangun rumah sakit Oktober yang akan datang,” tambah Jokowi.
Pemerintah Indonesia juga telah melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk menghentikan krisis kemanusiaan yang ada di sana.
"Saya telah menugaskan Menlu RI untuk menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Sekjen PBB Antonio Gueterres dan Komisi Penasehat Khusus Kofi Annan," pungkas Presiden Jokowi.
Dalam kunjungannya, Menteri Retno akan bertemu dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi.
Retno juga rencananya akan bertemu dengan Commander in Chief of Defense Services, Senior General U Min Aung Hlaing, Menteri pada kantor Presiden, U Kyaw Tint Swe, dan Nasional Security Advisor, U Thaung Tun.