04 September 2017•Update: 05 September 2017
Roy Ramos
KOTA ZAMBOANGA
Filipina yang menjadi ketua ASEAN periode ini, pada Minggu menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai uji coba bom hidrogen oleh Korea Utara. Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano, yang saat ini sedang mengunjungi Seoul, mengeluarkan pernyataan mengatakan aksi provokatif oleh Pyongyang itu bisa merusak kedamaian dan stabilitas regional.
"Selain menghindari semua komitmen mereka yang diperintah oleh resolusi PBB, uji coba ini membatasi opsi kita untuk menjalin dialog damai untuk membahas isu-isu nyata yang mengancam Semenanjung Korea," kata Cayetano.
Dia juga menganjurkan agar Korea Utara kembali bernegosiasi dan menekankan bahwa ASEAN "bersedia memainkan peran untuk menciptakan ruang diplomatis guna mencapai dialog yang bermanfaat".
Pyongyang sebelumnya mengatakan mereka sukses melakukan uji coba bom thermonuklir, dikenal sebagai bom hidrogen atau 'H-bomb', hanya beberapa hari setelah mereka meluncurkan rudah balistik di atas wilayah Jepang.
Cayetano bertemu dengan pejabat-pejabat Filipina di Seoul untuk membahas situasi di Semenanjung Korea guna memastikan keamanan sekitar 65.000 warga Filipina di Korea Selatan. Cayetano mengatakan warga Filipina harus mengetahui rencana pemerintahan mereka bila terjadi peningkatan ancaman.