Rıskı Ramadhan
24 Januari 2018•Update: 25 Januari 2018
Ekip
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas perkembangan di Suriah dan Operasi Ranting Zaitun melalui telepon, menurut sumber kepresidenan Turki pada Selasa.
Menurut sumber tersebut, kepada Putin, Erdogan mengatakan bahwa operasi Turki bertujuan untuk memberantas teroris PYD/YPG dan Daesh dari Afrin.
Erdogan menambahkan, Turki mementingkan bekerja dalam koordinasi dengan Rusia di Suriah. Presiden Turki juga menyatakan bahwa Operasi Ranting Zaitun yang bertujuan untuk menjamin keamanan nasional Turki ini, juga akan berkontribusi untuk kesatuan politik dan integritas teritorial Suriah.
Kedua pemimpin juga menegaskan tekad dalam melanjutkan upaya untuk mewujudkan kesuksesan Kongres Dialog Nasional Suriah yang dijadwalkan akan disenggarakan pada 28-29 Januari di Sochi, Rusia.
Pada hari yang sama Erdogan juga membahas perkembangan di Suriah dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui telepon.
Pada Sabtu lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Menurut pernyataan Staf Umum Turki, operasi ini bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, tambah pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.