Diyar Guldogan
04 September 2023•Update: 06 September 2023
ANKARA
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin bertemu di kota pesisir Sochi, Rusia.
“Perkembangan paling penting yang diikuti oleh semua orang dalam hubungan Turkiye-Rusia saat ini adalah koridor ekspor gandum,” kata Presiden Turkiye Erdogan sesaat sebelum melakukan pertemuan dengan Putin.
“Pesan yang akan disampaikan pada konferensi pers setelah pertemuan kita akan menjadi langkah yang sangat penting bagi dunia, terutama bagi negara-negara terbelakang di Afrika,” imbuh dia.
Erdogan sedang melakukan kunjungan kerja selama satu hari ke Sochi untuk membahas isu-isu regional dan global terkini, serta hubungan bilateral dengan Putin.
Penghidupan kembali perjanjian biji-bijian via Laut Hitam yang bersejarah tahun lalu yang membantu meringankan krisis pangan global juga akan menjadi agenda pertemuan tersebut. Kedua presiden juga diperkirakan akan mengadakan konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka.
Pada 17 Juli, Rusia menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Turkiye dan PBB, untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam yang dihentikan setelah perang Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022.
Moskow mengeluh bahwa negara-negara Barat belum memenuhi kewajibannya terkait ekspor biji-bijian Rusia, dan kurangnya pasokan biji-bijian Ukraina ke negara-negara yang membutuhkan.
Turkiye mengatakan tidak ada alternatif lain selain inisiatif tersebut, dan menekankan pentingnya memenuhi permintaan Rusia akan ekspor biji-bijian dan pupuk.
Ankara telah melakukan upaya diplomatik yang intens untuk memulihkan perjanjian Juli 2022 dan juga meminta Kyiv dan Moskow untuk mengakhiri perang melalui negosiasi.
Pertemuan gubernur Bank Sentral Turkiye-Rusia 'penting'
Beralih ke perdagangan bilateral, Erdogan mengatakan volume perdagangan antara Turkiye dan Rusia mencapai USD62 miliar.
“Kami sangat senang bahwa kami mengambil langkah menuju target mencapai USD100 miliar,” tambah dia.
Erdogan mengatakan Gubernur Bank Sentral Turkiye Hafize Gaye Erkan juga menemaninya selama kunjungan ke Sochi.
“Saya yakin pertemuan gubernur Bank Sentral kita penting dalam mengambil langkah penggunaan mata uang domestik dalam hubungan bilateral,” ujar presiden Turkiye.
Menyanjung perkembangan antara Turkiye dan Rusia di bidang pariwisata, Erdogan mengatakan, "Rusia adalah nomor satu di sektor pariwisata [Turkiye] saat ini."
Industri pertahanan dan sektor energi adalah bidang penting lainnya dalam hubungan bilateral kedua negara, imbuh dia.
Menyinggung soal pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Turkiye, Akkuyu, Erdogan mengatakan pembangunan pembangkit listrik itu akan terus berjalan dengan lancar.
“Langkah yang diambil terkait unit pertama ini sangat bagus. Apalagi seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, saya rasa kita harus mengambil langkah terkait PLTN Sinop,” tambah Erdogan.
Akkuyu, yang saat ini sedang dibangun di provinsi Mersin di selatan Türkiye, akan menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di negara itu.
Perjanjian antar pemerintah untuk PLTN tersebut ditandatangani antara Turkiye dan Rusia pada Mei 2010.
Upacara peletakan batu pertama fasilitas itu diadakan pada tanggal 3 April 2018, setelah itu pembangunan unit pertama dimulai.
Pembangunan unit kedua dimulai pada 8 April 2020, dan pengecoran beton gelombang pertama untuk unit ketiga dilakukan pada 10 Maret 2021.
Lokasi yang dianggap sebagai salah satu lokasi pembangunan PLTN terbesar di dunia ini memasuki tahap puncak konstruksi ketika peletakan pondasi unit keempat dan terakhir pada 21 Juli tahun lalu.
Sekitar 30.000 orang dipekerjakan di lokasi tersebut selama fase proyek paling aktif.