Burc Eruygur
05 September 2023•Update: 26 September 2023
ISTANBUL
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa mengatakan bahwa kerja sama antara Turkiye dan Rusia di berbagai bidang terus berjalan dengan sukses.
“Kerja sama di banyak bidang antara Rusia dan Turkiye, yang didasarkan pada prinsip-prinsip bertetangga yang baik, kemitraan, dan saling menguntungkan, berhasil berkembang di semua bidang,” kata Putin pada konferensi pers di kota pesisir Sochi bersama Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.
Mengatakan dia dan Erdogan telah membahas isu-isu utama dalam semangat kerja sama bilateral, Putin mengatakan bahwa pembicaraan tersebut diadakan dalam “suasana yang konstruktif dan dalam nuansa bisnis.”
“Kami bertukar pandangan mengenai topik-topik terkini dalam agenda internasional dan regional,” kata Putin, sambil menambahkan, “Tidak diragukan lagi, pembicaraan hari ini akan berfungsi untuk lebih mengembangkan kemitraan Rusia-Turkiye di semua bidang.”
Putin menambahkan bahwa dia dan Erdogan menyoroti pertumbuhan perdagangan yang berkelanjutan antara kedua negara, yang mana volume perdagangan meningkat 86 persen ke rekor USD62 miliar pada akhir tahun 2022, yang kemudian tumbuh sebesar 4 persen lagi pada semester pertama tahun ini.
'Rusia akan selalu jadi pemasok gas yang andal dan bertanggung jawab'
Putin juga menyinggung topik energi, dengan mengatakan bahwa kerja sama Rusia-Turkiye di sektor energi “benar-benar bersifat strategis,” dan bahwa Rusia mengirimkan 21,5 miliar meter kubik (bcm) gas ke Turkiye melalui saluran pipa gas TurkStream dan Blue Stream.
“Rusia selalu dan akan selalu menjadi pemasok gas yang dapat diandalkan dan bertanggung jawab. Kami bermaksud untuk terus menyediakan jenis bahan bakar yang murah namun sangat efisien dan ramah lingkungan bagi perekonomian Turki. Selain itu, kami siap mengekspor gas dalam perjalanan melalui Türkiye kepada konsumen di negara ketiga, dimana mitra kami tertarik,” kata Putin.
Putin mengatakan bahwa lebih dari 10 bcm disalurkan dari Rusia ke Turkiye pada Januari hingga Agustus ini.
Dia mengatakan bahwa perusahaan gas Rusia Gazprom menyerahkan rancangan implementasi proyek pusat gas Turkiye kepada Perusahaan Pipa Perminyakan Turkiye (BOTAS).
Agendanya adalah pembentukan kelompok kerja bersama, koordinasi kerangka hukum pengoperasian tempat penyimpanan, skema perdagangan dan pengalihan gas yang dibeli, ujar dia.
Putin menambahkan bahwa perusahaan energi nuklir milik negara Rusia, Rosatom, terus membangun pembangkit listrik tenaga nuklir Akkuyu, dan bahan bakar nuklir Rusia telah dikirim ke pembangkit itu pada April, sehingga menjadikan Turkiye bagian dari “negara yang memiliki teknologi nuklir damai.”
'Barat menipu Rusia tentang tujuan kemanusiaan dalam kesepakatan gandum'
Putin mengatakan bahwa dia dan Erdogan juga membahas situasi seputar Inisiatif Biji-bijian di Laut Hitam, yang terhenti pada bulan Juli setelah Moskow mengumumkan pihaknya menangguhkan partisipasinya.
Mengatakan bahwa Rusia “terpaksa” mengambil keputusan ini karena berlanjutnya sanksi Barat terhadap produk pertanian Rusia, Putin berargumentasi bahwa Barat telah menipu negaranya mengenai tujuan kemanusiaan dari kesepakatan gandum tersebut.
“Karena 32,8 juta ton kargo yang diekspor dari Ukraina, lebih dari 70 persen… dikirim ke negara-negara kaya, terutama ke negara-negara UE. Sedangkan negara-negara yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan hanya 3 persen, yaitu, jumlahnya kurang dari satu juta ton,” kata Putin.
“Dan meski Rusia jelas-jelas memberikan jaminan keamanan untuk pengiriman barang berdasarkan kesepakatan ini, pihak lain menggunakan koridor kemanusiaan untuk melakukan serangan teroris terhadap fasilitas sipil dan militer Rusia,” tambah presiden Rusia.
Putin mengatakan kepada Erdogan bahwa Rusia akan mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali perjanjian gandum “segera setelah semua perjanjian mengenai pencabutan pembatasan yang ditetapkan di dalamnya diterapkan sepenuhnya untuk ekspor produk pertanian Rusia.”
“Sementara itu, terlepas dari segala hambatan yang ada, Rusia bermaksud untuk terus mengekspor pangan dan pupuk, membantu menstabilkan harga dan memperbaiki situasi industri pertanian global. Dalam hal ini, kami juga mengandalkan bantuan dari negara-negara di dunia, seperti Qatar yang siap membantu negara-negara termiskin,” uari dia.
Putin juga mengatakan bahwa Moskow hampir menyelesaikan perjanjian dengan enam negara Afrika mengenai pasokan dan pengadaan gandum secara gratis, dan pengirimannya akan dimulai dalam "beberapa minggu ke depan."