Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Agustus 2018•Update: 31 Agustus 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Sekitar seribu demonstran sayap kanan masih berdemonstrasi di Kota Chemnitz, Jerman timur, pada Kamis. Protes dengan kekerasan telah berlangsung selama beberapa hari.
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan menentang kebijakan pintu-terbuka Kanselir Angela Merkel untuk para pengungsi, menuntut deportasi segera para migran ilegal dan menyerang media, meneriakkan istilah era Nazi "Luegenpresse" (pers pembohong).
Mereka juga membawa spanduk-spanduk bertuliskan "Kami adalah rakyat", "Demi keamanan dan ketertiban" dan "Rakyat sedang bangkit".
Kerusuhan di kota itu dimulai pada Minggu, menyusul laporan media sosial yang mengaitkan pembunuhan seorang warga Jerman berusia 35 tahun dengan dua imigran dari Suriah dan Irak.
Ekstremis sayap kanan turun ke jalan, beberapa dari mereka secara acak menyerang orang-orang yang tampak seperti orang asing, termasuk seorang dari Afghanistan, Suriah dan seorang pria Bulgaria, menurut polisi.
Kelompok sayap kanan Pro Chemnitz, yang mengorganisir demonstrasi pada Kamis, telah mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan protes mereka dengan demonstrasi besar lainnya yang dijadwalkan pada Sabtu.
Beberapa kelompok kiri juga mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan protes balasan pada hari yang sama di Chemnitz.