Pizaro Gozali İdrus
29 April 2019•Update: 29 April 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Pabrikan mobil terkemuka Malaysia Proton akan mendapatkan pinjaman dari perbankan China, China Construction Bank, sebesar USD455,1 juta atau sekitar Rp6,5 Triliun, lansir The Sun Daily pada Minggu.
Proton berencana menjadi pabrikan dengan merek terbesar di Malaysia dan terbesar ketiga di wilayah ASEAN pada 2027.
Kepala perusahaan Proton Faisal Albar mengatakan ekspansi ke pasar luar negeri sangat penting untuk pertumbuhan penjualan.
Selain itu, mendapatkan pembiayaan memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi dalam banyak proyek untuk mengubah Proton menjadi merek otomotif global.
Pada Agustus 2018 , Zhejiang Geely Holding Group Co Ltd yang memiliki 49,9 persen saham Proton, telah setuju memperluas kemitraan dengan pembuat mobil untuk meningkatkan line-up mobil dan membantu memperluas kehadiran Proton di China dan pasar internasional.
Proton mengatakan mereka juga bertukar dokumen dengan Alhaj Automobile Pakistan di Beijing, tempat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menghadiri Belt and Road Forum.
Dalam kesepakatan tersebut, Proton akan bermitra dengan Pakistan untuk membangun pabrik perakitan senilai USD30 juta.
Pendirian pabrik tersebut rencananya akan menjadi perakitan dan sekaligus distribusi mobil merek Proton di pasar Pakistan.