Rıskı Ramadhan
16 November 2017•Update: 16 November 2017
Mohamad Misto-Levent Tok-Adham Kako
DEIR EZ-ZOR/ANKARA
Ratusan warga sipil terjebak dalam kepungan dalam sebuah pulau di Sungai Euphrates setelah rezim Assad dengan dukungan Iran dan Rusia berhasil merebut kota Deir ez-Zor dari Daesh.
Ratusan warga sipil tersebut menanti untuk diselamatkan dari kepungan rezim Assad.
Rezim Assad dengan dukungan Rusia dan Iran berhasil merebut pusat kota Deir ez-Zor dari Daesh pada 2 Oktober lalu.
Selama operasi, ratusan warga sipil melarikan diri dari pusat kota ke pulau Hawija Katia yang terletak di Sungai Euphrates yang membelah Deir ez-Zor menjadi dua bagian.
Menurut informasi yang diperoleh dari koresponden Anadolu Agency di Deir ez-Zor, ratusan warga sipil terjebak dalam kepungan rezim Assad di pulau yang masih dikendalikan Daesh.
Daesh dilaporkan menggunakan warga-warga sipil tersebut sebagai perisai hidup.
Sementara itu, pasukan rezim tidak memberikan izin masuk ke pusat kota karena ada kemungkinan anggota Daesh akan menyelinap diantara warga-warga sipil tersebut.
Dikhawatirkan akan jatuh banyak korban jika pasukan rezim Assad yang didukung Rusia, Iran serta organisasi teroris asing melakukan serangan untuk mengambil alih pulau tersebut.
Sejak perang sipil merebak di Suriah pada Maret 2011, PBB melansir lebih dari 250.000 orang tewas. Lembaga Syrian Center for Policy Research mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar, diperkirakan melebihi 470.000 orang.
Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi. Ratusan ribu warga sipil menjadi korban konflik itu yang melibatkan pasukan koalisi menyerang oposisi. Jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi.