Erric Permana
22 Desember 2017•Update: 24 Desember 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia meminta semua anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghormati hasil pemungutan suara di Majelis Umum PBB tentang resolusi Yerusalem.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Armantha Nasir mengatakan Pemerintah Indonesia yang termasuk salah satu penggagas resolusi meminta semua negara mendukung kemerdekaan bagi Palestina.
"Indonesia mendorong semua pihak mendukung proses perdamaian Palestina-Israel," kata Armanatha dalam keterangan pers-nya, Jumat.
Dia juga menilai keputusan resolusi itu membuktikan bahwa Palestina didukung oleh mayoritas dunia. Indonesia pun, kata Armanatha, tetap akan terus memperjuangkan diplomasi untuk kemerdekaan Palestina.
"Dan memberi bantuan konkret bagi pembangunan Palestina," imbuh Armanatha.
Pada Kamis, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi tentang Yerusalem, yang isinya meminta AS menarik pengakuannya atas kota tersebut sebagai ibu kota Israel.
Sebanyak 128 negara anggota memberi suara setuju untuk resolusi itu, sembilan negara menolak, sementara 35 negara lain abstain.
Israel, Honduras, Togo, AS, Palau, Pulau Marshall, Mikronesia, Nauru, dan Guatemala menolak resolusi itu.
Sementara dua per tiga negara-negara anggota PBB termasuk Jerman, Prancis, Italia, Belanda, Belgia, Portugal, Swiss, Swedia, Norwegia, Spanyol, dan Yunani menyetujui resolusi.