Muhammad Abdullah Azzam
10 Desember 2018•Update: 10 Desember 2018
Burak Karacaoğlu, Eşref Musa
IDLIB
Pasukan rezim dan grup teroris asing dukungan Iran terus menyerang daerah permukiman dan pos pengamatan pasukan oposisi dengan senjata berat seperti artileri, roket dan pesawat tanpa awak ke wilayah Idlib.
Naji Mustafa, juru bicara Front Pembebasan Nasional yang bergabung dalam Tentara Pembebasan Suriah (FSA), mengatakan bahwa rezim Assad menyerang pemukiman sipil dan pos pengamatan militer di daerah yang telah dibersihkan dari senjata berat sesuai kesepakatan Sochi.
"Pasukan Assad kemarin malam menyerang pos pemantauan kami di daerah pedesaan di provinsi Hama dan Idlib,” ujar Mustafa.
Mustafa mengungkapkan, tiga pasukan FSA tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan-serangan itu. “Rezim terus melanggar perjanjian Sochi," ungkap dia.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Sebanyak 33 warga sipil tewas, dan puluhan warga sipil terluka sejak konsensus Sochi yang ditandatangani pada 17 September lalu.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.