Ahmet Furkan Mercan
23 April 2019•Update: 23 April 2019
Ahmet Furkan Mercan
ANKARA
Rezim Assad dan oposisi bersenjata Suriah menukar tahanan sebagai bagian dari proses Astana, Senin, menurut Kementerian Luar Negeri Turki.
“Beberapa orang yang ditahan kelompok-kelompok oposisi dan rezim dibebaskan bersama pada 22 April 2019 dengan kegiatan Kelompok Kerja untuk Pembebasan Tahanan/Penculikan, Serah Terima Jenazah dan Identifikasi Orang Hilang," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, Senin.
Masing-masing pihak menukar sembilan tahanan, lapor wartawan Anadolu Agency dari lapangan.
Pertukaran dilakukan di Abu al Zindeen, sebelah selatan Kota al-Bab yang dikuasai oposisi, utara Suriah, sebagai bagian dari proyek ketiga kelompok kerja yang dibentuk sebagai bagian dari proses Astana.
Pernyataan itu menekankan bahwa kelompok kerja yang terdiri dari Turki, Rusia, Iran, dan PBB akan melanjutkan kegiatannya untuk memulihkan warga sipil dan tahanan dari kedua pihak akibat konflik Suriah.
Pertukaran dilakukan menjelang pertemuan tingkat tinggi internasional ke-12 di Suriah yang ditetapkan 25-26 April.
Turki, Rusia, dan Iran menjadi negara penjamin proses perdamaian Astana.
Meski pertukaran tahanan awal dilakukan November dan Februari lalu, sekitar 500.000 orang diperkirakan masih mendekam di penjara rezim Suriah.
*ditulis oleh Zehra Nur Duz