Muhammad Abdullah Azzam
07 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
Dildar Baykan
CARACAS/NEW YORK
Masyarakat pendukung Presiden Venezuela, Nicolas Maduro turun ke jalan dan menyuarakan dukungan terhadap presidennya yang selamat dari upaya pembunuhan pada Sabtu.
Ribuan warga Venezuela melakukan aksi jalan di ibu kota Caracas dengan mengenakan baju merah, warna Partai Komunis yang dipimpin oleh Maduro, untuk menunjukkan bahwa mereka mendukung presidennya itu.
Selain itu, warga juga membawa bendera dan foto-foto Maduro di tangan mereka.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza menyatakan bahwa enam orang telah ditangkap terkait upaya pembunuhan itu.
Mereka yang tertangkap ini akan mendapatkan hukuman sesuai hukum yang berlaku di Venezuela. Arreaza berkata, "Tak ada belas kasihan bagi siapa pun."
Arreaza mengungkapkan bahwa "oligarki Kolombia" dan "imperialisme Amerika Utara" adalah dalang penyerangan tersebut.
Sebuah kelompok yang menamakan diri mereka "Prajurit yang memakai kaos" mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui pernyataan di Twitter.
Upaya pembunuhan terjadi saat Maduro hendak menyampaikan pidato di hadapan ratusan tentara dalam acara parade militer yang disiarkan langsung di televisi.
Dua drone yang dilengkapi peledak terbang dan mengarahkan serangan tepat ke arahnya. Beberapa detik kemudian, pasukan pengamanan langsung berlarian menuju Maduro untuk memberikan perlindungan.
Ada tujuh anggota militer Venezuela yang dilaporkan terluka karena insiden itu, sementara Maduro dinyatakan baik-baik saja.
Maduro pun menuding faksi sayap kanan bertanggung jawab atas serangan itu, dan mengatakan bahwa para pelakunya memiliki hubungan dengan Kolombia dan Amerika Serikat.