Ekip
19 Desember 2017•Update: 19 Desember 2017
Ekip
MOSKOW, Rusia
Rosneft, perusahaan minyak negara milik Pemerintah Rusia, mengumumkan akan kembali memulai pengeboran eksplorasi di bagian barat Laut Hitam, kata CEO Rosneft Igor Sechin pada Selasa.
Sebelumnya, Rosneft harus menghentikan kegiatan eksplorasi dan produksi di Laut Hitam pada 2014 karena PBB menjatuhi sanksi ekonomi kepada Rusia.
Dalam konferensi pers yang diadakan di kota pesisir Rusia, Sochi, Sechin berkata setidaknya ada 600 juta ton minyak dan 100 miliar meter kubik gas di area eksplorasi di Laut Hitam.
Pengeboran akan dilakukan di area seluas 8,6 ribu kilometer persegi di barat Laut Hitam dengan kedalaman antara 600-2,5 ribu meter dan akan dilakukan bersama dengan perusahaan minyak asal Italia, Eni, kata Sechin.
Di dalam konferensi pers ini, Sechin juga menunjukkan strategi pengembangan lima-tahunan Rosneft.
Perusahaan ini akan meningkatkan produksi minyak per tahun sampai 6 persen bila dibandingkan 2016, dengan produksi 281 miliar ton minyak pada 2017, ujar Sechin.
Dia mengumumkan, Rosneft akan menambah produksi per tahun hingga 30 miliar ton pada 2022, sesuai dengan strategi lima-tahunan perusahaan tersebut.
Dengan tambahan proyek di Laut Hitam dan Venezuela, Sechin menegaskan kapitalisasi pasar Rosneft akan naik sebanyak 15-20 persen.
Rosneft pada Selasa juga mengumumkan bahwa Venezuela telah memberi lisensi untuk pengembangan dia ladan gas lepas pantai di negaranya.
Kesepakatan ini memungkinkan perusahaan memproduksi gas dari ladang Patao dan Mjillones di Laut Karibia untuk 30 tahun ke depan.