Muhammed Ali Akman
19 Desember 2017•Update: 19 Desember 2017
Muhammed Ali Akman
BEIRUT
Presiden Lebanon pada Senin mengatakan Israel telah melanggar perbatasan antar kedua negara sebanyak 11.000 kali.
Kantor kepresidenan Lebanon merilis pernyataan tersebut setelah Presiden Lebanon Michel Aoun bertemu dengan Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Pernille Dahler Kardel.
"Presiden Michel Aoun mengatakan kepada utusan PBB bahwa Israel melanggar perbatasan Lebanon dalam 11.000 kesempatan [sejak 2000]. Hingga hari ini pelanggaran itu masih terus terjadi. Lebanon merespons dengan membela diri sesuai dengan ketentuan PBB."
PBB menerapkan Garis Biru antara Lebanon dan Israel setelah pasukan Israel mundur dari Lebanon pada 2000 lalu. Sejak itu, Lebanon berulang kali menuding Israel melanggar perjanjian perbatasan, khususnya terkait wilayah udara.
Persiapan Israel membangun tembok di sepanjang perbatasan itu juga mengkhawatirkan dan tidak sesuai peraturan perbatasan internasional, lanjut pernyataan presiden.
Lebanon, yang bersebelahan dengan Israel, turut menjadi korban ketika terjadi konfrontasi militer antara Israel dan kelompok syiah Hezbollah pada 2006. Bentrokan itu berakhir pada hari ke-36, setelah PBB merumuskan resolusi yang mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di sepanjang perbatasan itu.