Maria Elisa Hospita
20 Juni 2019•Update: 20 Juni 2019
Hiba Sait
ANKARA
Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut sanksi Amerika Serikat untuk Iran sebagai "teror ekonomi" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan".
"Tidak ada yang meragukan bahwa plot anti-Iran yang dimulai sejak tahun lalu yang bertujuan membuat orang kehilangan kepercayaan pada sistem telah sepenuhnya gagal," ujar Rouhani, seperti dikutip oleh kantor berita Mehr.
"Bahkan Presiden Trump telah mengatakan kepada pemimpin dunia bahwa penasihatnya [John Bolton] yang melakukan semua ini. Mereka mengira jika menekan Iran dapat membuat kami bertekuk lutut. Ternyata mereka salah besar,"kata dia lagi.
"Dunia menentang tindakan unilateral Amerika Serikat," tegas Rouhani.
Pada 7 Juni, Departemen Keuangan AS mengeluarkan sanksi baru ke industri petrokimia Iran, termasuk perusahaan petrokimia terbesar di negara itu karena menyalurkan “dukungan finansial” ke Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Hubungan AS dan Iran memanas sejak tahun lalu, ketika pemerintah AS secara sepihak menarik diri pakta nuklir yang ditandatangani oleh Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman.
Pemerintahan AS telah melakukan sejumlah tindakan untuk membatalkan perjanjian, termasuk pemberlakukan kembali sanksi AS terhadap minyak Iran.
Sebagai tanggapan, Teheran berjanji untuk terus mengekspor minyak meski ada sanksi AS.
Teheran juga mengancam akan menutup Selat Hormuz jika dicegah menggunakan jalur perairan strategis itu.