Astudestra Ajengrastrı
25 September 2018•Update: 25 September 2018
Ali Cura
MOSKOW
Rusia pada Senin berkata akan menghibahkan sistem anti-rudal pesawat S-300 kepada pasukan rezim Suriah dalam dua pekan.
Menteri Pertahanan Sergei Shoigu berkata melalui pernyataan bahwa sistem ini akan "secara signifikan" memperkuat kemampuan berperang pasukan pertahanan udara rezim Assad.
Tindakan ini dilakukan setelah Rusia menyalahkan Israel karena menembak jatuh pesawat militernya sepekan lalu.
Sistem ini memiliki kemampuan untuk mengenai target berjarak 250 kilometer dan menghancurkan beberapa target secara serentak, tambah dia.
Masih menyalahkan Israel karena menembak pesawat militernya, Shoigu menekankan bahwa insiden ini telah memaksa Moskow untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Di tempat terpisah, menjawab pertanyaan wartawan apakah tindakan ini akan memengaruhi hubungan Rusia dengan Israel, Juru Bicara Kremlin Dmitry Perkov berkata Rusia hanya ingin melindungi pasukan mereka sendiri dan tak menargetkan negara lain.
Selasa lalu, jet-jet tempur F-16 Israel memasuki wilayah udara Suriah untuk menyerang target-target militer di barat laut negara ini, Provinsi Latakia.
Sistem pertahanan udara S-200 buatan Rusia yang dimiliki oleh Suriah merespons pelanggaran wilayah udara ini, menembakkan rudal yang malah mengenai pesawat militer Il-20 milik Rusia, menghancurkan pesawat tersebut dan menewaskan 15 awaknya.
Moskow menuduh Israel menggunakan pesawat Rusia sebagai perisai dari serangan darat-ke-udara itu.
Rusia mendukung rezim Suriah sementara Israel melakukan serangan melawan pasukan Suriah yang didiga didukung Iran di sepanjang perbatasannya.
Pasukan militer kedua negara bekerja sama melalui "garis dekonfliksi" untuk mencegah insiden terjadi lagi.