Elena Teslova
25 Oktober 2019•Update: 28 Oktober 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 300 polisi militer dari Chechnya dikirim ke Suriah pada Jumat.
"Sekitar 300 prajurit unit polisi militer angkatan bersenjata Federasi Rusia yang ditempatkan di Chechnya tiba di Republik Arab Suriah untuk melakukan tugas-tugas khusus," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
On Oct. 9, Turkey launched Operation Peace Spring to eliminate terrorists from northern Syria east of the Euphrates River in order to secure Turkey’s borders, aid in the safe return of Syrian refugees, and ensure Syria’s territorial integrity.
Menurut pernyataan tersebut, Rusia akan mengangkut 20 kendaraan lapis baja, Tiger dan Typhoon-U, ke Suriah untuk melakukan tugas-tugas yang telah disetujui oleh Presiden Rusia dan Turki di Sochi pada 22 Oktober.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Pada Selasa, Turki dan Rusia mencapai 10 poin kesepakatan tentang Suriah selama pertemuan bersejarah antara kedua presiden, beberapa jam sebelum masa penangguhan operasi berakhir.
Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan di mana teroris PKK/YPG akan mundur 30 kilometer (19 mil) dari perbatasan Turki dengan Suriah utara dalam waktu 150 jam dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sana.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.