Emre Gurkan Abay
25 April 2018•Update: 25 April 2018
Emre Gurkan Abay
MOSKOW
Rusia telah memulai produksi sistem pertahanan udara S-400 yang akan dikirimkan ke Turki, kata pimpinan perusahaan industri pertahanan pemerintah Rusia Rosoboronexport pada Rabu.
"Produksi sistem telah dimulai, dan kami akan memenuhi tanggung jawab kami dalam hal ini,” kata Direktur Umum Rosoboronexport, Alexandre Miheev, seperti dikutip kantor berita Rusia RIA Novosti.
Aleksandr Miheyev mengatakan bahwa pengiriman S-400 belum dimulai sejauh ini.
Dia menambahkan, semua hal terkait sistem pertahanan udara tersebut telah disepakati.
Desember lalu, Turki mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk pembelian dua sistem S-400.
Pada 3 April, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengatakan bahwa mereka telah sepakat untuk mempersingkat waktu pengiriman sistem tersebut. Pengiriman diperkirakan akan dimulai pada akhir 2019 hingga awal 2020.
"Dalam pertemuan dengan Presiden Erdogan, kami memutuskan untuk mempersingkat waktu pengiriman rudal S-400 [ke Turki]," kata Putin.
Sistem rudal S-400 mampu mendeteksi target sejauh 600 kilometer dan menghilangkan ancaman dari berbagai sumber seperti pesawat siluman dan rudal balistik.
Sistem S-400 mencakup satu pusat komando operasi, dengan delapan peluncur dan 32 rudal.