Rıskı Ramadhan
04 April 2018•Update: 04 April 2018
İlkay Guder, Enes Kaplan
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia, Vladimir Putin mengikuti upacara peletakan batu pertama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Akkuyu melalui sambungan video dari Kompleks Kepresidenan Turki di Ankara, Selasa.
Sebelum upacara peletakan batu pertama tersebut, Erdogan menyambut Putin dengan upacara resmi di ibu kota Turki.
"Kita menyaksikan momen bersejarah dalam hal pertumbuhan negara kita dan kerja sama dengan Rusia dalam bidang energi," kata Erdogan, menambahkan bahwa Turki bertekad untuk meningkatkan kerja sama dengan Rusia soal isu-isu regional.
Sementara itu, Putin mengatakan pembangkit listrik ini "akan aman dan ramah lingkungan".
Dia menambahkan Rusia ingin mengaktifkan reaktor pertama pada tahun 2023.
Setelah pidato yang disampaikan oleh kedua pemimpin, Menteri Pembangunan Lutfi Elvan menekan tombol untuk meletakkan dasar PLTN Akkuyu di provinsi Mersin, Turki dan menerapkan perjanjian yang ditandatangani antara pemerintah Turki dan Rusia pada tahun 2010 silam.
PLTN Akkuyu terdiri dari empat unit yang masing-masing memiliki kapasitas 1.200 megawatt, akan dibangun oleh Badan Tenaga Nuklir Pemerintah Rusia, Rosatom.
PLTN Akkuyu akan menghasilkan 35 miliar kilowatt listrik pada kapasitas penuh, yang akan memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan listrik Turki.
Proyek ini dimulai dengan kesepakatan ditandatangani oleh Turki dan Rusia pada 12 Mei 2010.
Saat ini, ada 450 PLTN di 31 negara, sementara 55 lainnya tengah dibangun di seluruh dunia. Jumlah PLTN yang sedang dibangun akan menjadi 56 dengan PLTN Akkuyu.