Betül Yürük
11 Januari 2018•Update: 12 Januari 2018
Betül Yürük
PERSERIKATAN BANGSA BANGSA
Perwakilan tetap Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan bahwa pertemuan terkait Suriah yang akan di adakan di Sochi akhir bulan ini bukan alternatif dari proses perdamaian yang sedang dilangsungkan di Jenewa.
Namun pertemuan itu digelar untuk mendalami kembali proses Jenewa yang telah diprakarsai oleh PBB.
Sebelumnya Dewan Keamanan PBB juga telah melakukan pertemuan tertutup terkait perkembangan di Suriah.
Setelah melakukan pertemuan tersebut, Nebenzia mengatakan di depan wartawan, DK PBB telah membahas masalah Raqqa dalam agenda pertemuan itu.
Nebenzia mengatakan, Raqqa sudah berhasil dibebaskan dari Daesh namun banyaknya mayat-mayat yang telah membusuk membuat orang-orang tak dapat pulang ke rumah mereka.
“Setiap orang yang berperang melawan organisasi teroris harus membantu pembangunan kembali kota Raqqa,” ujar dia.
"Kami berharap PBB akan berpartisipasi dalam pertemuan ini," ungkap Nebenzia.
Nebenzia menegaskan, Sochi bukanlah alternatif dari Jenewa namun partisipasi PBB dalam pertemuan nanti akan menguntungkan PBB dan menambah kontribusi terhadap proses perdamaian yang telah dipelopori PBB.
Semua pihak pun, kata Nebenzia, harus terlibat dalam pertemuan di Sochi.
"Pertemuan di Sochi bertujuan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Jenewa yang di bawah pimpinan PBB,” ujar dia.
Pada tanggal 29 Januari, Rusia akan menyelenggarakan Kongres Dialog Nasional Suriah di kota Sochi. Pertemuan akan berlangsung selama dua hari, dengan partisipasi sekitar 1.700 orang.
Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft mengatakan sesaat sebelum pertemuan Dewan Keamanan PBB, dia akan membahas agenda terkait pemboman rezim terhadap warga sipil di kota Idlib dan Ghouta Timur yang didukung oleh serangan udara Rusia.