Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 November 2018•Update: 07 November 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Sanksi AS terhadap Iran benar-benar tidak sah dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, kata Menteri Luar Negeri Rusia pada Selasa.
Mengejar kebijakan ultimatum dan keputusan sepihak adalah tindakan yang tidak dapat diterima, kata Sergey Lavrov pada konferensi pers di Madrid setelah pertemuan dengan Menteri Luar Neger Spanyol Josep Borrell.
"Langkah-langkah Amerika terhadap Iran benar-benar tidak sah. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang mencolok terhadap keputusan Dewan Keamanan PBB, baik cara mengumumkan maupun melaksanakannya, sangat mengecewakan," katanya.
Washington mengumumkan sanksi baru pada Senin yang menargetkan sektor energi, keuangan dan industri pelayaran Iran.
Lebih dari 700 individu, entitas, pesawat terbang, dan kapal masuk daftar hitam, termasuk 50 bank Iran dan anak perusahaan domestik dan asing mereka.
"Khususnya, tekanan pada operator SWIFT sangat tidak dapat diterima," kata Lavrov.
Dia mengatakan bahwa negara-negara peserta Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) berupaya untuk mendukung hubungan ekonomi dengan Iran berdasarkan perjanjian ini.
Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari perjanjian JCPOA 2015 pada Mei, memberikan keleluasaan bagi Washington untuk menerapkan kembali semua sanksi yang dicabutnya sebagai bagian dari perjanjian.
Semua negara penandatangan lainnya - China, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Iran, Rusia dan Inggris - tetap dalam kesepakatan itu.
Kesepakatan itu memberi Iran miliaran dolar sebagai imbalan dari persetujuannya untuk membatasi aktivitas nuklirnya untuk tujuan sipil dan perdamaian.