Chandni
16 April 2018•Update: 17 April 2018
RIYADH
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul-Aziz pada Minggu memberikan donasi USD 150 juta kepada badan wakaf Yerusalem yang mengelola situs-situs peninggalan Islam di Yerusalem Timur.
Dalam acara KTT Arab tahunan di Dhahran, Arab Saudi, raja Saudi juga menawarkan bantuan USD 50 juta untuk organisasi pengungsi PBB UNRWA.
"Palestina dan penduduknya selalu berada di dalam hati semua orang Arab dan Muslim," kata Raja Salman kepada hadirin.
Dia juga mengatakan pertemuan itu akan dinamakan "KTT Yerusalem".
Pertemuan itu dihadiri oleh 16 pemimpin dunia Arab dan digelar sehari setelah Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Inggris meluncurkan serangan udara terhadap Suriah sebagai balasan atas serangan kimia yang diduga dilakukan pasukan rezim.
Konflik Suriah, isu Palestina, dan dugaan campur tangan Iran menjadi agenda diskusi dalam pertemuan itu.
KTT pada Minggu itu diadakan tiga bulan setelah AS secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang memantik amarah dunia.
Sebulan setelah keputusan AS itu, pada Januari Washington mengatakan tidak akan memberikan bantuan sebanyak USD 65 juta kepada UNRWA.
Yerusalem tetap menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang mengharapkan Yerusalem Timur -- saat ini masih diduduki Israel -- menjadi ibu kota negaranya kelak.