Muhammad Abdullah Azzam
05 Juli 2019•Update: 06 Juli 2019
Alaattin Doğru
DAKAR
Korban tewas akibat wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) bertambah menjadi 1.504 jiwa sejak Juli lalu.
Lewat sebuah pernyataan resmi, Kementerian Kesehatan DRC mengungkapkan bahwa di antara 2.369 kasus demam berdarah yang dilaporkan, sekitar 2.275 dikonfirmasi sebagai kasus Ebola.
"Sebanyak 1.504 orang tewas dan 116 orang dirawat akibat penyakit ini, sementara 655 telah pulih dari virus," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Kongo.
Selain itu, 94 orang di Kongo meninggal dunia setelah terserang demam berdarah, tetapi tidak dapat diverifikasi apakah mereka meninggal dunia karena Ebola.
Sebagai bagian dari kampanye yang dimulai pada 2018, sejumlah 149.349 orang divaksinasi terhadap virus Ebola.
Ebola - demam tropis yang muncul pertama kali pada 1976 di Sudan dan DRC - dapat ditularkan ke manusia dari hewan.
Virus Ebola juga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh, orang yang terinfeksi, atau orang yang meninggal karena virus.
Wabah itu sempat menjadi ancaman global pada 2014, yang menewaskan lebih dari 11.300 orang dan menginfeksi sekitar 30 ribu lainnya di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.