Burc Eruygur
31 Agustus 2023•Update: 04 September 2023
ISTANBUL
Azerbaijan pada Kamis mengatakan kedutaan besarnya di ibu kota Lebanon, Beirut, diserang oleh sejumlah orang asal Armenia, tetapi tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
“Sekitar 50 orang asal Armenia… menghancurkan pagar di sekitar gedung administrasi kedutaan dan melemparkan botol berisi cat dan bahan peledak,” kata Kementerian Luar Negeri Azerbaijan dalam sebuah pernyataan.
Kemlu Azerbaijan menambahkan bahwa badan Lebanon yang bertanggung jawab untuk melindungi misi diplomatik telah diberitahu tentang insiden tersebut, namun para penyerang berhasil melarikan diri sebelum penegak hukum datang.
Kementerian mendesak otoritas Lebanon untuk menangkap mereka yang terlibat dalam serangan itu, dan menambahkan bahwa keamanan gedung kedubesnya perlu diperkuat.
Hubungan antara Azerbaijan dan Armenia tegang sejak tahun 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.
Pada musim gugur tahun 2020, Azerbaijan membebaskan beberapa kota, desa, dan pemukiman dari pendudukan Armenia selama 44 hari bentrokan.
Perang berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia, dan kedua belah pihak mendiskusikan kesepakatan damai sejak saat itu.