Muhammad Abdullah Azzam
07 Januari 2019•Update: 07 Januari 2019
Alaattin Doğru
DAKAR
Sejumlah tentara Gabon yang dipimpin oleh Letnan Kelly Ondo Obiang menyergap radio nasional pada pukul 04.30 pagi waktu setempat dan membacakan deklarasi kudeta, lapor media lokal.
Para pelaku kudeta yang mendeskripsikan dirinya sebagai "Gerakan Pecinta tanah Air di Pasukan Pertahanan dan Keamanan" itu menyampaikan kekecewaan atas pesan tahun baru oleh Presiden Ali Bongo di Maroko.
Sekelompok tentara di militer Gabon menuding presiden Bongo tak dapat menjalankan tanggung jawabnya.
Mereka mengumumkan akan membentuk "Dewan Restorasi Nasional", serta meminta mantan komandan Pengawal Presiden Ntumpa Lebani, Ketua Senat, serikat pekerja, perwakilan lembaga masyarakat, pemimpin oposisi gerakan kepemudaan dan beberapa pihak lainnya untuk mendatangi Majelis Nasional.
Pada tahun 2009 lalu, Lebani dipenjara saat Presiden Bongo mulai menjabat.
Sinya radio nasional terputus setelah para pelaku kudeta mengumumkan deklarasi kudeta itu.
Sumber-sumber yang dikenal dekat dengan pihak pemerintah melaporkan adanya suara tembakan di dekat kantor televisi nasional, nampak segelintir tentara yang melakukan kudeta berada di sekitar kantor televisi tersebut.
Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa Pasukan Pengawal Presiden telah melancarkan kudeta militer.
Saksi mata juga menyatakan bahwa masih terdengar suara tembakan di sekitar Istana Presiden, namun secara umum kondisi di ibu kota berada dalam kondisi aman.
Kedutaan Besar Turki untuk Gabon menghimbau kepada para stafnya untuk tidak keluar ke jalan-jalan hingga siang hari.
Antisipasi keamanan di gedung kedubes Turki telah ditingkatkan.
Sangat sedikit warga Turki di Gabon.
Presiden Gabon Bongo dilarikan ke rumah sakit pada 24 Oktober pada saat melakukan kunjungan kerja ke Riyadh untuk menghadiri konferensi investasi di Arab Saudi.
Bongo dinyatakan lumpuh setelah menjalankan operasi di rumah sakit dan menderita stroke.
Setelah mengalami gangguan kesehatan tersebut dia pergi ke Rabat, ibu kota Maroko pada 29 November mendapatkan rehabilitasi atas undangan Raja Maroko Muhammad ke-6.