Betül Yürük
11 Oktober 2022•Update: 16 Oktober 2022
PBB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres "sangat terkejut" dengan serangan rudal terbaru Rusia di Ukraina yang mengakibatkan kerusakan luas di wilayah sipil dan menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka, kata seorang juru bicara sekjen PBB pada Senin.
"Ini merupakan eskalasi perang yang tidak dapat diterima dan, seperti biasa, warga sipil membayar harga tertinggi," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Korban tewas akibat serangan Rusia terbaru di Ukraina bertambah menjadi 19 orang dengan puluhan lainnya terluka, menurut pihak berwenang negara itu pada Senin.
Beberapa ledakan terdengar di kota-kota Ukraina; Odesa, Zhytomyr, Khmelnytsky, Dnipro, Lviv, Ternopil, dan Kyiv, sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh intelijen Ukraina melakukan apa yang disebutnya "serangan teroris" di Jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia dengan Krimea yang diduduki.