Agnes Szucs
10 Oktober 2022•Update: 16 Oktober 2022
BRUSSELS
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell pada Senin mengecam keras serangan Rusia ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan kota-kota lain di negara itu.
Dalam sebuah pesan yang dibagikan di Twitter, Borrell mengatakan dia “sangat terkejut dengan serangan Rusia terhadap warga sipil di Kyiv dan kota-kota lain di Ukraina.”
Dia mengutuk serangan itu "dalam istilah yang sekuat mungkin," dan mengungkapkan bahwa "tindakan seperti itu tidak memiliki tempat di abad ke-21."
Borrell juga menegaskan kembali dukungan blok itu untuk Ukraina dan menjanjikan bantuan militer tambahan.
Sedikitnya 8 orang tewas dan 24 lainnya luka-luka pada Senin pagi setelah Rusia melakukan serangan di salah satu distrik perkotaan ibu kota Ukraina, Shevchenkivskyi.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa ada warga yang tewas dan terluka akibat serangan rudal, dia mendesak warga untuk tetap berada di tempat perlindungan atau bunker.
Beberapa ledakan terdengar di kota-kota Zhytomyr, Khmelnytsky, Dnipro, Lviv, Ternopil, dan Kyiv, sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh intelijen Ukraina melakukan apa yang dia klaim sebagai "serangan teroris" di Jembatan Kerch.
Media lokal melaporkan bahwa layanan kereta bawah tanah di Kyiv telah dihentikan dan semua stasiun bawah tanah sekarang berfungsi sebagai tempat berlindung.
Kyiv tetap di bawah ancaman, Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan di Telegram bahwa jalan-jalan utama di ibu kota sekarang diblokir oleh pasukan keamanan, sementara itu upaya penyelamatan sedang berlangsung.
Kementerian Dalam Negeri Ukraina mencatat bahwa sebuah rudal Rusia telah menghantam jalan dekat badan-badan keamanan dan kantor Presiden Volodymyr Zelenskyy berada.