Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Oktober 2018•Update: 17 Oktober 2018
Betul Yuruk
PBB
Masih ada harapan untuk mencapai solusi komprehensif untuk perselisihan di Siprus, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada Dewan Keamanan PBB pada Senin.
Menurut laporan yang diperoleh Anadolu Agency, Guterres mengatakan bahwa dia percaya bahwa prospek untuk penyelesaian yang komprehensif antara masyarakat di pulau itu tetap ada.
Dia menekankan bahwa kurangnya resolusi masalah Siprus tidak berkelanjutan.
"Tapi sebelum negosiasi penuh bisa dilanjutkan, kedua belah pihak harus menyetujui titik awal dalam bentuk kerangka acuan," katanya.
Guterres juga mengatakan bahwa semua upaya harus dilakukan untuk menghindari eskalasi yang tidak perlu dan untuk melanjutkan dialog tentang masalah sumber daya alam pulau tersebut.
"Saya tegaskan sekali lagi bahwa sumber daya alam yang ditemukan di dalam dan di sekitar Siprus harus menguntungkan kedua komunitas dan harus memberikan insentif yang kuat bagi semua pihak yang terkait untuk bekerja dengan sungguh-sungguh menuju solusi yang dapat diterima dan tahan lama," katanya.
Status pulau Siprus masih belum terselesaikan, terlepas dari serangkaian diskusi yang dimediasi oleh PBB antara Republik Turki Siprus Utara dan pemerintahan Siprus Yunani.
Siprus telah terbagi sejak 1974, ketika kudeta Siprus Yunani disusul dengan kekerasan terhadap etnis Turki dan intervensi Ankara sebagai kekuatan penjamin.
Proses perdamaian telah terhenti dan berlanjut lagi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk inisiatif terbaru di Swiss di bawah naungan negara penjamin Turki, Yunani dan Inggris yang runtuh pada tahun 2017.
Turki menyalahkan kekeraskepalaan Siprus Yunani atas kegagalan dialog ini, juga menyalahkan Uni Eropa yang mengakui Siprus sebagai pulau terpisah dalam penyatuan mereka pada 2004, setelah Siprus Yunani menolak kesepakatan perdamaian.
Laporan ini akan dijelaskan di hadapan Dewan Keamanan PBB pada 30 Oktober.