Erric Permana
30 September 2017•Update: 01 Oktober 2017
Erric Permana
Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres memuji peran Indonesia dalam menghadapi krisis kemanusiaan terhadap muslim Rohingya di Myanmar.
Ini disampaikan Antonio Guterres dalam pertemjan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat waktu setempat.
"Retno Marsudi telah mendorong pendekatan yang sejalan dengan tiga langkah yang telah saya tegaskan," ujar Antonio Guterres.
Berdasarkan rilis yang diterima Anadolu Agency, Sekjen PBB juga mengakui peran penting Indonesia dalam mengatasi krisis kemanusiaan.
"Saya menyambut baik peran penting Menlu Retno Marsudi dari Indonesia dalam hal ini," tambahnya.
Sejumlah negara anggota Dewan Keamanan (DK) PBB lainnya seperti Inggris dan Swedia juga mengakui peran Indonesia. Senegal dan Kazakhstan juga menghargai peran ASEAN dalam mencari solusi untuk isu Myanmar.
Sementara itu, Negara-negara anggota DK PBB lainnya menyerukan agar Myanmar membuka jalur dialog dan kerjasama dengan Bangladesh untuk menyelesaikan masalah pemulangan pengungsi Rohingya.
Dalam pertemuan ini, selain menegaskan kembali tiga langkah yang perlu diambil pemerintah Myanmar, yaitu mengakhiri operasi militer, membuka akses bantuan kemanusiaan, dan pemulangan kembali pengungsi Rohingya di Bangladesh ke Myanmar,
Sekjen PBB juga menyampaikan bahwa situasi di lapangan semakin memburuk sejak serangan yang dilakukan oleh kelompok ARSA terhadap aparat keamanan Myanmar.