Bayram Altuğ
JENEWA
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selesa menyerukan masyarakat internasional memberikan bantuan sekitar USD 3 miliar untuk disalurkan kepada 13 juta orang di Yaman, yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia.
Konferensi bantuan tingkat tinggi internasional terkait krisis kemanusiaan di Yaman telah dimulai di Kantor PBB Jenewa atas inisiatif PBB, Swiss dan Swedia.
Pada sesi pembukaan konferensi tersebut, Guterres mengatakan, “Krisis kemanusiaan terbesar di dunia ada di Yaman. Sementara konflik memasuki tahun keempat, 22 juta orang, atau tiga perempat dari jumlah populasi, membutuhkan perlindungan dan bantuan kemanusiaan.”
Guterres menyampaikan bahwa 8,4 juta di antaranya hidup “secara mengerikan", tanpa mengetahui akan mendapatkan makanan selanjutnya dari mana.
Selain itu, Guterres menambahkan, jutaan orang di Yaman juga tidak mendapatkan air bersih dan lebih dari 1 juta orang meninggal karena penyakit-penyakit seperti kolera dan diare tahun lalu.
Satu anak meninggal setiap 10 menit
“Setiap 10 menit, satu anak di bawah 5 tahun meninggal untuk alasan yang dapat dicegah (di Yaman),” kata Guterres menambahkan bahwa 2.500 sekolah di Yaman telah hancur atau digunakan di luar tujuan pendidikan.
Guterres juga menyampaikan bahwa menurut Rencana Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Yaman pada tahun 2018, mereka membutuhkan USD 2,96 miliar untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 13 juta orang di Yaman tahun ini.
“Situasi hari ini di Yaman adalah bencana. Tetapi dengan dukungan internasional, kita dapat menyelamatkan negara ini dari tragedi jangka panjang,” kata Guterres.
Guterres mengatakan bahwa beberapa negara donor menanggapi seruan itu dengan positif, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah menyatakan akan memberikan bantuan senilai USD 930 juta dan negara lain memberikan USD 293 juta, oleh karena itu 40 persen dari jumlah yang dibutuhkan telah terpenuhi.
Guterres mendesak semua pihak mengakhiri konflik di Yaman serta mendukung memberikan dukungan kepada Perwakilan Khusus PBB untuk Yaman yang baru, Martin Griffiths.
“Waktu yang tepat untuk mengakhiri krisis kemanusiaan”
Wakil Ketua Konfederasi sekaligus Menteri Keuangan Swiss Ueli Maurer juga mendesak agar bombardir udara di Yaman segera diakhiri.
"Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbarui solidaritas kita dengan rakyat Yaman dan mengakhiri krisis kemanusiaan ini," kata Maurer menambahkan bahwa mereka akan berkontribusi sebesar USD 13,9 juta untuk seruan PBB.
“Krisis di Yaman buatan manusia”
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Iklim Swedia Isabella Lövin mengatakan bahwa bencana di Yaman adalah "buatan manusia". Dia menjelaskan bahwa bantuan yang dikumpulkan tidak akan dapat digunakan tanpa akses yang aman, tanpa gangguan dan tidak terbatas.
"Satu-satunya jalan untuk solusi jangka panjang terhadap krisis ini adalah perdamaian," kata Lövin.
Dia juga menegaskan dukungan penuh terhadap Perwakilan Khusus PBB untuk Yaman.
news_share_descriptionsubscription_contact
