02 Oktober 2017•Update: 02 Oktober 2017
Barry Ellsworth
TRENTON, Ont.
Menteri Keamanan Publik Kanada
pada Minggu mengatakan tersangka yang ditangkap setelah sebuah serangan
penikaman di Edmonton sudah dikenal oleh pihak berwenang.
Asisten komisioner Marlin
Degrand pasukan Royal Canadian Mounted Police (RCMP) memastikan dalam
sebuah konferensi pers tersangka sudah terdeteksi oleh RCMP sejak laporan tahun
2015 yang mengatakan tersangka mengalami radikalisasi.
Polisi tidak merilis identitas
tersangka, namun sejumlah sumber mengatakan dia adalah Abdulahi Hasan Sharif.
Degrand sendiri hanya mengatakan tersangka adalah warga Somalia berusia 30
tahun yang memohon suaka di Kanada.
Tersangka menikam seorang polisi
beberapa kali di luar stadium olahraga di Edmonton dan kemudian melarikan diri,
menurut polisi. Dia diduga melindas empat pejalanan kaki dengan mobil van yang
dikendarainya dan akhirnya ditahan Minggu dini hari setelah adegan
kejar-kejaran dengan polise.
Polisi menemukan bendera Daesh
di mobil yang digunakan tersangka.
Kepala Polisi Edmonton Rod
Knecht mengatakan dia bisa digugat dengan tuduhan terorisme dan percobaan
pembunuhan.
Polisi yang ditikam sedang
dirawat di rumah sakit namun lukanya tidak mengancam nyawa. Kondisi pejalan
kaki yang juga menjadi korban masih belum diketahui.
Dalam sebuah pernyataan,
Walikota Edmonton Don Iveson mengatakan tersangka beraksi sendiri.
"Sepengetahuan kami, ini
adalah serangan 'lone wolf' [individu yang beraksi sendiri]," katanya.
"Penyerang ditahan dan sudah diinterogasi oleh polisi."
Komunitas Muslim di Edmonton
kecewa mendengar kabar serangan tersebut.
"Kepada kota Edmonton, saya
ingin mengatakan kita bersatu melawan kebencian," kata aktivis HAM
Edmonton Ahmed Abdikadir. "Mari kita memecahkan masalah ini bersama-sama
dan tidak saling menuduh."