Wassim Saif al-Din
15 Desember 2017•Update: 18 Desember 2017
Wassim Saif al-Din
BEIRUT
Jalur perbatasan Suriah-Lebanon resmi dibuka kembali pada Kamis, setelah ditutup selama lima tahun.
Upacara pembukaan kembali tersebut digelar di Al-Qaa, di sisi Lebanon.
Menurut kantor berita Lebanon, upacara tersebut dihadiri oleh Abbas Ibrahim, direktur keamanan publik Lebanon, dan Menteri Dalam Negeri Suriah Mohamed al-Shaar.
Jalur Jousi - yang menghubungkan provinsi Baalbek-Hermel Lebanon dengan provinsi Hom Suriah - akan dibuka kembali mulai Jumat untuk lalu lintas perbatasan.
"Koordinasi keamanan tengah berlangsung antara kedua negara," kata Ibrahim saat upacara pembukaan.
Sementara itu, lewat pernyataan, Al-Shaar menyatakan dukungan negaranya untuk hal apa pun yang berguna demi terjalinnya hubungan baik antara Lebanon dan Suriah.
"Kini tidak ada lagi yang menghalangi orang-orang kembali ke Suriah [dari Lebanon]," tambah dia.
Dalam upacara pembukaan tersebut, Nawar al-Sahili, seorang anggota parlemen Lebanon mengatakan, pembukaan jalur perbatasan tersebut akan memberi dampak positif bagi Lebanon.
Jalur tersebut ditutup pada 2012, setelah kelompok militan bersenjata tertangkap di kota sekitar Jousi, yang sebelumnya dianggap sebagai jalur penghubung utama kedua negara.