Burak Bir
03 November 2021•Update: 04 November 2021
ANKARA
Pasukan NATO pada saat yang bersamaan harus kuat dan hijau [yang peduli masalah lingkungan dan pemanasan global], kata kepala aliansi militer itu pada Selasa.
Berbicara pada sebuah acara di KTT iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menggarisbawahi bahwa keamanan dan iklim ibarat seperti dua sisi koin logam yang sama.
“Kita membutuhkan pasukan yang kuat dan hijau pada saat yang sama,” kata Stoltenberg pada acara bertema Iklim, Perdamaian dan Stabilitas, sambil mencatat bahwa COP26 adalah KTT iklim pertama yang dihadiri oleh NATO.
Menyoroti pesawat, kapal, dan kendaraan militer yang paling efektif di masa depan akan menggunakan "sesuatu yang berbeda dari bahan bakar fosil, karena mereka tidak akan mengeluarkan gas rumah kaca, tutur dia.
Menyinggung masalah "emisi dari militer," Stoltenberg mengatakan salah satu prioritas NATO adalah mengembangkan metodologi untuk menghitung emisi dari sumber-sumber militer.
Dia juga mencatat bahwa pasukan militer NATO harus beradaptasi dengan efek perubahan iklim di lapangan untuk dapat beroperasi dalam kondisi cuaca ekstrem.
Konferensi COP26 akan berlanjut hingga 12 November dengan berbagai panel, pertemuan, dan acara lainnya, semuanya untuk mencari solusi untuk mengurangi tingkat pemanasan global dengan mempertahankannya pada 1,5 C.