Maria Elisa Hospita
20 November 2019•Update: 21 November 2019
Sinan Dogan
ANKARA
Korban tewas akibat kerusuhan politik di Bolivia telah bertambah menjadi 25 orang.
Gejolak dimulai sejak bulan lalu, yaitu ketika Presiden Evo Morales memenangkan pemilihan presiden untuk keempat kalinya.
Para demonstran turun ke jalan-jalan untuk menolak hasil pemilu yang dianggap penuh kecurangan.
Karena unjuk rasa tak kunjung selesai, Morales pun mengundurkan diri dari posisinya dan pindah ke Meksiko, yang menawarinya suaka politik.
Sebagai gantinya, senator konservatif Jeanine Anez mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara. Namun, langkah itu tak juga berhasil membendung gelombang protes.
Sejak Morales bertolak ke Meksiko, sebagian besar pendukungnya turun ke jalan-jalan di ibu kota, La Paz, dan kota-kota besar lainnya.
Pendukung Morales mengklaim pengunduran diri Morales sebagai kudeta.
*Busra Nur Bilgic Cakmak turut melaporkan dari Ankara