Maria Elisa Hospita
20 Desember 2018•Update: 20 Desember 2018
Husameldin Badawi Ahmed Almayl, Safiye Karabacak, Ali Semerci
KHARTOUM
Negara bagian Nile River di timur laut Sudan memberlakukan masa darurat di Kota Atbara pada Rabu.
"Komite keamanan negara mengadakan pertemuan tentang aksi protes dan mengumumkan masa darurat dan memberlakukan jam malam di kota Atbara sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata juru bicara pemerintah negara bagian, Ibrahim Mukhtar.
Dia menambahkan bahwa kegiatan belajar mengajar di semua sekolah dasar dan sekolah menengah di kota itu akan dihentikan sementara.
Keputusan itu muncul setelah gelombang aksi protes mengenai kenaikan harga bahan pokok - termasuk roti dan bahan bakar - meluas di Sudan.
Media setempat menyebutkan ratusan mahasiswa dan pelajar sekolah menengah mendukung aksi protes terhadap kebijakan pemerintah itu. Markas Partai Kongres Nasional (NCP) yang berkuasa juga dibakar oleh massa.
Demonstrasi berlangsung di timur Port Sudan, di mana polisi menggunakan gas air mata untuk menghalau para demonstran.
Aksi protes juga digelar di Kota Kordofan dan Omdurman juga menyaksikan demonstrasi atas situasi ekonomi negara itu.
"Setiap warga negara memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya secara damai, tetapi apa yang terjadi di Atbara tidak sesuai dengan konsep kedamaian," jelas Ibrahim Al-Siddiq, juru bicara NCP.
Al-Siddiq mengatakan unjuk rasa di Atbara adalah "gangguan keamanan dan stabilitas" dan menekankan bahwa "hak menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi, tetapi sabotase tidak dapat diterima".